PETUNJUK. com – Institusi Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Yudha Manggala Putra, pemilik gardu online GrabToko. Menurut Kabareskrim, Komjen Listyo Sigit Prabowo, Yudha diduga melakukan tindak pidana pencucian kekayaan.

“Telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki yang melaksanakan dugaan tindak pidana menyebarkan informasi bohong dan menyesatkan yang menimbulkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, tindak pidana transfer dana/pencucian kekayaan, ” ungkap Listyo.

Dikutip dari halaman resmi Bagian Humas Polri, Selasa (12/1/2021), pemilik Grab Toko itu dijerat Kausa 45 A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Peraturan Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca juga: Grab Akan Lakukan Langkah Hukum Terhadap Grab Gardu

Yudha ditangkap pada Sabtu (9/1/2021) di kawasan Kebayoran Perdana, Jakarta Selatan. Polisi menyita empat unit ponsel pintar, satu laptop, dua kartu SIM, KTP segera Yudha.

Polisi selalu menyita satu alat elektronik untuk transaksi bank, serta lima bahan akses Cohive, kantor Grab Gardu yang beralamat di Lantai 12 A, Plaza 89 Kuningan.

Sebagai informasi, Grab Toko merupakan platform jual beli online yang didirikan pada Agustus 2020.

GrabToko menarik perhatian pembeli karena menjual berbagai produk elektronik, seperti laptop, ponsel, serta aksesori digital dan konsol gaming dengan nilai murah.

Baca juga: YLKI: Grab Toko Wajib Ganti Rugi Sepenuhnya

Contohnya iPhone 12 varian 128 GB dijual dengan nilai Rp 10, 4 juta dari harga asli Rp 16, 5 juta. Namun, setelah dibayar, bahan yang dipesan tak kunjung muncul.

Pada Rabu (6/1/2021), beredar screenshot di Instargam Story yang berasal dari akun Grabtokoid.

Dalam tangkapan layar tersebut, Yudha Manggala Putra yang mengiakan sebagai Managing Director PT Grab Toko Indonesia mengklaim bahwa bagian investor secara diam-diam melarikan uang milik konsumen Grab Toko.