BBC
HackerOne mengadakan acara rutin untuk kumpul-kumpul para hacker.

Beberapa peretas atau hacker, mendapat penghasilan sebesar US$40 juta (Rp576,6 miliar) – sebuah rekor – dengan mencari-cari kelemahan dalam perangkat lunak atau software.

Mereka kemudian melaporkan galat atau bug tersebut melalui salah satu layanan pelaporan galat ternama HackerOne. Jasa pencarian galat dengan imbalan hadiah ini disebut bug bounty.

HackerOne mengatakan sembilan hacker masing-masing mendapatkan lebih dari US$1 juta (Rp14,4 miliar) setelah melaporkan temuan mereka ke organisasi terdampak.

Seorang pria Romania, yang baru saja mulai berburu galat atau bug-hunting dua tahun lalu, menyaksikan pendapatan totalnya sejauh ini mencapai US$2 juta. Hacker berpenghasilan terbesar di Inggris mendapat US$370 ribu (Rp5,3 miliar) tahun lalu.

Platform tersebut mengatakan pandemi memberi para relawan lebih banyak waktu untuk melakoni pekerjaan itu.

Survei yang diprakarsai HackerOne mengindikasikan bahwa 38 persen partisipan menghabiskan lebih banyak waktu untuk meretas sejak wabah COVID-19 dimulai.

`Gemetaran`

Lihat artikel asli