Sabtu, 11 Desember 2021 – 10:51 WIB

VIVA – Pakar siber Alfons Tanujaya mengatakan usaha peretasan antar negara atau state-sponsored cyberattacks sudah menjadi hal yang umum dan patut diwaspadai oleh semua negara.

Pernyataan ini menanggapi laporan Insikt Group yang menyebutkan bahwa organisasi pemerintah dan sektor swasta di Indonesia menjadi target hacker China.

“Saat ini marak penetrasi digital dan mazhab digital yang dikuasai dua kubu, Amerika Serikat (AS) dan China, yang menguasai software dan lalu lintas informasi digital dunia,”kata dia kepada VIVA Tekno, Jumat malam, 10 Desember 2021.

Menurut Alfons, pemerintah harus pintar-pintar menempatkan diri dan melindungi kepentingan negara dari serangan hacker yang didukung negara seperti itu.

Di sinilah pentingnya peran dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Jadi, jangan cuma mengurusi masalah remeh-temeh seperti blokir internet saja, tapi high level hacking yang melibatkan aktor negara,” tegas Alfons.

Pemerintah juga harus serius mencari talenta juga disiplin menjaga aset digital lembaga dan negara. Lalu, jangan lupa juga untuk menerapkan standard keamanan seperti ISO 27001 di semua kementerian/lembaga dengan disiplin ketat.

Prediksi terbaru Pengeluaran SGP 2020 – 2021. Prediksi terkini yang lain-lain ada diamati dengan berkala lewat poster yg kita sisipkan di web ini, lalu juga siap dichat terhadap petugas LiveChat support kami yang ada 24 jam On the internet buat mengservis semua kepentingan antara pemain. Yuk cepetan daftar, & menangkan promo Toto & Live Casino On the internet terbaik yg terdapat di lokasi kami.