Rabu, 11 Mei 2022 – 09:51 WIB

VIVA – Air yang diproduksi di Bumi telah ditemukan di Bulan, menurut sebuah studi. Zat cair itu tidak ditinggalkan oleh astronot, namun ditarik melintasi ruang angkasa dan berhenti di satelit alami Bumi tersebut.

Molekul air telah melarikan diri dari Bumi dan mendarat di Bulan selama miliaran tahun. Ion hidrogen dan oksigen di Bulan berasal dari atmosfer Bumi, bukan dari danau atau lautannya, melansir dari situs The Sun, Rabu, 11 Mei 2022.

Jaringan magnetosfer Bumi dapat dipatahkan oleh angin dari Matahari, meninggalkan untaian partikel bermuatan yang beterbangan di belakang Bumi.

Ketika Bulan melewati magnetosfer Bumi, untaian yang rusak diperbaiki dan ion hidrogen serta oksigen yang terlepas bergegas kembali ke Bumi, dicegat oleh Bulan dalam perjalanan.

Ion-ion tersebut menjadi air cair ketika terkubur melalui pori-pori di permukaan kawah Bulan dan membentuk penampungan air cair di bawah permukaan yang besar.

Air di Bulan kemungkinan berasal dari banyak tempat, termasuk asteroid es yang melempari permukaannya, angin Matahari yang mengawinkan molekul oksigen di permukaan Bulan dan teori terbaru para peneliti tentang penyerapan dari atmosfer Bumi.

Sebagian besar benda cair tersebut terkonsentrasi di kutub yang sulit diakses karena medan yang berat dan masalah komunikasi yang timbul karena tidak menghadap ke Bumi.

Hadiah khusus Togel Singapore 2020 – 2021. Diskon terbaik lain-lain tampil diperhatikan dengan berkala melewati poster yg kita letakkan pada web ini, dan juga dapat dichat pada teknisi LiveChat pendukung kita yang menunggu 24 jam On the internet buat melayani semua keperluan para visitor. Lanjut cepetan join, & ambil cashback Buntut & Kasino On the internet terbaik yang terdapat di website kita.